Rabu, 14 Juni 2017

cloud computing

TUGAS SIM
CLOUD COMPUTING


DISUSUN OLEH:
Zakiy Giananda P    (C1C013038)
M. Wisnu Kusuma W    (C1C014052)
Widyarini Pangesti    (C1C014062)
Arine Zada Auralia    (C1C014119)





PENGERTIAN CLOUD COMPUTING
Secara umum, pengertian cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

SEJARAH CLOUD COMPUTING
    Pada tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer mainframe yang tersedia dalam skala yang besar di dunia pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif pada mainframe, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hingga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.
    Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada terminal pusat didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri kemampuan komputasi, seperti GE GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
    Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
Sejak Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting dalam semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sedikitnya 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan(cloud) baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil untuk memberi makan dengan dua pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternal dan meluncurkan Amzon Web Service (AWS) tahun 2006.
Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Proyek Eropa yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan pengurangan yang signifikan di daerah lain”.
Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan Smart Cloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling penting.   

KARAKTERISTIK CLOUD COMPUTING
Cloud Computing terdiri atas lima buah karakteristik utama yaitu:
1.      On Demand Self Service (pelayanan mandiri diri sendiri saat diperlukan)
Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan mengguna-kan, sebuah portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumber daya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia
2.      Broad Network Access (akses jaringan yang besar)
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick clien, ataupun media lain seperti smartphone.
3.      Resource Pooling (resource menyatu)
Penyedia layanan cloud memberikan layanan melalui sumberdaya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi tenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi digunakan bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, semua permintaan dapat terpenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan, mesin virtual.
4.      Rapid Elasticity (elastisitas cepat)
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan atau pengurangan kapasitas yang diperlukan.
5.      Measured Service (layanan pengukuran)
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan,memory,processor,lebar pita, dan aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.
KELEBIHAN DARI CLOUD COMPUTING
1.      Kemudahan Akses
Kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
2.      Fleksibilitas
Data yang kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud.
3.      Penghematan (Tanpa investasi awal)
Dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya.
4.      Mengubah CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational.
5.      Lentur dan Mudah Dikembangkan
Customer bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka keluarkan
6.      Fokus pada bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka kita akan lebih focus pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.

CONTOH CLOUD COMPUTING
Google Drive   
Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.
Fitur-fitur Google Drive
  1. Penyimpanan gratis sebesar 5GB
Google Drive memberikan fasilitas penyimpanan sebesar 5GB kepada penggunanya dengan cuma-cuma untuk menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.
  1. Memungkinkan membuat dokumen
Pada fitur ini Google Drive memungkinkan para penggunanya untuk membuat dokumen, seperti mengolah data, mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.
  1. Berbagi file
Google Drive memudahkan untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.
  1. Terintegrasi dengan layanan Google lainnya
Para pengguna layanan Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanagement file dari Google Drive. Karena Google Drive secara otomatis terintegrasi dengan layanan google lainnya.
  1. Fasilitas pencarian
Google Drive memberikan layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk para penggunanya dengan menggunakan kata kunci tertentu. Google Drive juga dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.
  1. Menampilkan berbagai file
Lebih dari 30 type file yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstal software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.
  1. Menjalankan aplikasi
Google Drive juga mempunyai kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorit yang dimiliki oleh pengguna.
Windows Azure
Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.
Fitur-fitur Windows Azure
  1. Layanan Infrastruktur
Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.
  1. Kembangkan dan Lakukan Percobaan
Windows Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.
  1. Big Data
Windows Azure menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.
  1. Aplikasi Mobile
Windows Azure memberikan kemudahan dalam pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan dapat langsung dimasukan ke penyimpanan komputasi awan.
  1. Media
Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS, Windows, dan platform lainnya
  1. Aplikasi Web
Windows Azure menawarkan keamanan dan fleksibilitas pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.
  1. Penyimpanan, Pencadangan, dan Pemulihan
Windows Azure menyediakan penyimpanan, pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.
  1. Identitas dan Manajemen Akses
Windows Azure Active Directory memberikan layanan pengamanan pada identitas perusahaan. Serta melakukan manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.
  1. Integrasi
Windows Azure memperbolehkan pengguna untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke perangkat lokal dan ke awan.
  1. Manajemen Data
Windows Azure menyediakan solusi yang tepat untuk kebutuhan data pengguna.

KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN CLOUD COMPUTING
        
Di balik kasus ditutupnya Megaupload, terdapat pelajaran penting bagi pengguna komputasi awan (cloud computing). Seperti dituliskan PC World, tidak semua dari 180 juta pengguna Megaupload yang menggunakan layanan itu untuk konten melanggar hak cipta. Hal itu terungkap dari curahan hati pengguna di Twitter, yang mengeluhkan file-file pekerjaannya hilang seiring ditutupnya situs itu.

Layanan Awan Megaupload
Megaupload adalah contoh penerapan komputasi awan. Tepatnya, ia merupakan contoh bagaimana pengguna bisa menyimpan file-nya di "awan" alias di internet tanpa memikirkan kapasitas hard disk.
Tapi, pengguna perlu hati-hati dengan layanan seperti Megaupload. Menurut PC World, ada tiga layanan yang disediakan situs tersebut:
  • Yang pertama, adalah layanan komputasi awan gratis bagi pengguna yang tak terdaftar. Paling tidak satu kali setiap 21 hari file itu harus diunduh agar tidak dihapus dari server Megaupload.
  • Yang kedua adalah layanan bagi pengguna terdaftar tapi gratis. Bedanya hanya di batasan waktu yang lebih lama, yakni 90 hari.
  • Dan yang ketiga, adalah layanan pengguna terdaftar premium. Dengan memilih layanan ini, pengguna bisa menyimpan file selama apapun yang mereka inginkan asalkan terus membayar.

Pelajaran Penting
Situs seperti Megaupload disarankan tidak digunakan sebagai penyimpanan file penting. Ini karena reputasinya yang sudah diketahui publik sebagai tempat mencari konten "abu-abu".
Banyak situs serupa yang melakukan hal ini. Di depan nampak seperti layanan penyimpanan dan berbagi file, namun di belakang banyak digunakan untuk praktek yang mencurigakan.
Masalah timbul jika situs-situs tersebut kemudian dijadikan sasaran tembak pihak berwajib seperti yang terjadi pada Megaupload.
Jika mau lebih aman, pengguna bisa mencoba layanan komputasi awan dari perusahaan terpercaya. Misalnya Google Docs, Microsoft SkyDrive ataupun Dropbox.


DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 24 Mei 2017

Jurnal BEYOND STRATEGIC INFORMATION  SYSTEM : toward an IS capability

Nama Kelompok:
  1. Zakiy Giananda P        (C1C013038)
  2. M. Wisnu Kusuma W  (C1C014119)
  3. Widyarini Pangesti       (C1C014062)
  4. Arine Zada Auralia        (C1C014119)




1.      Pendahuluan
Saat ini, kebanyakan organisasi di semua sektor industri, perdagangan dan pemerintah pada dasarnya bergantung pada sistem informasi mereka (SI) dan akan segera berhenti berfungsi jika teknologi yang mendasari aktivitas mereka terhenti. Rockart (1988) mengatakan, “teknologi nformasi telah menjadi saling terkait erat dengan bisnis. Memang, di industri seperti telekomunikasi, media, hiburan, dan layanan keuangan, di mana produk sudah atau sedang semakin terdigitalkan, keberadaan sebuah organisasi sangat bergantung pada penerapan teknologi informasi yang efektif (TI). Dengan munculnya e-commerce, penggunaan teknologi menjadi cara yang dapat diterima dan sering diharapkan dalam melakukan transaksi bisnis yang disebut sebagai “strategic necessity hypothesis” (Clemons and Row, 1991; Floyd and Wooldridge, 1990; Powell and Dent-Miscallef, 1997). Akibatnya, organisasi komersial semakin melihat ke arah penerapan teknologi inovatif untuk memberi mereka sumber keunggulan kompetitif. Bahkan di sektor publik, dorongan terhadap e-government telah melihat pengenaan penggunaan teknologi yang lebih besar untuk memberikan layanan.
Review pertama dari makalah adalah mengulas literatur yang membahas keberlanjutan keunggulan kompetitif berbasis teknologi informasi. Kemudian beralih pada untuk memperkenalkan teori berbasis sumber daya (RBT), menunjukkan bahwa ini adalah konstruksi teoritis yang sesuai untuk menjelaskan dasar keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui teknologi informasi. Setelah mengeksplorasi unsur-unsur RBT dan memperkenalkan konsep kunci, makalah ini mengulas penerapan RBT dalam konteks strategi dan manajemen teknologi informasi. Era keempat yang muncul kemudian digambarkan oleh kemampuan model sistem informasi organisasi dikembangkan dan dipresentasikan. Makalah ini diakhiri dengan menggambarkan bagaimana kemampuan system informasi  mempengaruhi kinerja bisnis.

2.      IS dan keunggulan kompetitif : dalam penelitian berkelanjutan
Menurut  Peteraf (1993) Displin strategi manajemen telah lama dicari untuk memperoleh sumberdaya dari keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan banyak penelitian yang berfokus pada objek ini. Dalam menilai literatur ini, penting untuk membedakan antara keberlanjutan dan keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif adalah hasil sedangkan keberlanjutan adalah keadaan yang sedang berlangsung. Sebagai hasil, keunggulan kompetitif mungkin berumur pendek dan meningkat  ketika mempertimbangkan keuntungan berbasis IT. Apa yang dibutuhkan adalah memahami mekanisme dan proses yang mengarah pada situasi dimana sebuah organisasi terus-menerus menyadari hasil yang menghasilkan keuntungan di pasar, melalui penyebaran IS / IT.
Dalam analisis beberapa contoh awal IS / IT dan keunggulan kompetitif, Kettinger et al. (1994) menyimpulkan bahwa pencapaian keunggulan kompetitif berbasis IS yang berkelanjutan mungkin merupakan hasil dari membangun 'infrastruktur organisasi' untuk memungkinkan strategi tindakan inovatif dan adaptif. Sedangkan, Powell dan Dent-Micallef (1997) menyelidiki keterkaitan antara TI dan kinerja perusahaan di industri ritel, dengan menyatakan bahwa TI saja tidakcukup. Dari penelitian mereka, mereka menyimpulkan bahwa beberapa perusahaan telah mendapatkan keuntungan dengan menggunakan TI untuk memanfaatkan hal-hal tak berwujud, sumber daya manusia dan bisnis yang saling melengkapi dan hubungan.
Dalam analisis konseptual TI dan keunggulan kompetitif, didukung secara empiris oleh Dehning dan Stratopoulos (2003), Mata et al. (1995) menyimpulkan bahwa hanya keterampilan manajemen IS yang cenderung menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Mereka menggambarkan keterampilan ini sebagai kemampuan manajer IS untuk memahami dan menghargai kebutuhan bisnis, kemampuan mereka untuk bekerja dengan manajer fungsional, kemampuan untuk mengkoordinasikan kegiatan IS dengan cara yang mendukung manajer fungsional lainnya dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan. Mereka menyarankan agar dalam mencari sumber keunggulan kompetitif yang berbasis IS, organisasi harus lebih fokus pada TI, dan lebih pada proses pengorganisasian dan pengelolaan informasi, sistem dan teknologi di dalam perusahaan.
3.      Perspektif sumberdaya-teori dari keuntungan kompetitif
Peningkatan literatur yang didasarkan pada perspektif ini menunjukkan pentingnya faktor spesifik internal perusahaan dalam menjelaskan variasi kinerja organisasi terutama selama periode waktu tertentu . Asumsi dasar RBT adalah bahwa sumber daya didistribusikan secara heterogen ke seluruh organisasi (Barney, 1991). Perkembangan di RBT juga dipengaruhi oleh perspektif evolusioner Nelson dan Winter (1982) yang menyoroti 'kelengketan' sumber daya perusahaan dan ketergantungan mereka pada lintasan belajar dan peluang teknologi. Implikasi RBT untuk perumusan dan penerapan strategi adalah bahwa keunggulan kompetitif dapat dipertahankan dengan berinvestasi pada kompetensi idiosyncratic yang tak ada bandingannya (Barney, 1991; Lippman and Rumelt, 1982; Winter, 1987). Meskipun pengembangan RBT, umumnya disepakati dalam literatur manajemen strategis bahwa penilaian organisasi internal kurang dikembangkan secara teoritis dan praktis daripada analisis situasional lainnya (Barney, 1995; Duncan et al., 1998; Kiernan, 1993). Namun, "manajemen strategis yang efektif memerlukan pemahaman tentang sumber daya organisasi dan kompetensi serta bagaimana masing-masing berkontribusi pada pembentukan kekuatan organisasi dan pada akhirnya untuk pengembangan keunggulan kompetitif" (Duncan et al, 1998, hal 6).
Terdapat ketidaktepatan dalam penggunaan istilah dan konsep seputar RBT dan literatur penuh dengan definisi yang sering saling bertentangan (Campbell dan Sommers Luchs, 1997; Nanda, 1996) yang mencerminkan ketidakmatangannya sebagai perspektif teoretis. Untuk memperkenalkan kejelasan dan membangun konteks untuk mengembangkan model kemampuan IS, bagian ini memperkenalkan konsep kunci RBT: sumber daya, kompetensi dan kemampuan dan definisi yang telah kami adopsi.
3.1  Sumberdaya          
Meskipun pada intinya teori berkaitan dengan sumber daya organisasi, mungkin ini adalah indikasi kurangnya kejelasan dalam literatur RBT yang bahkan pada tingkat kebingungan sumber daya yang memerintah, atau menggambarkan sumber daya perusahaan termasuk "semua aset, kompetensi, proses organisasi, atribut perusahaan, informasi, dan pengetahuan yang memungkinkan perusahaan memahami dan menerapkan strategi yang meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya" (Barney, 1991). Untuk tujuan makalah ini, definisi Amit dan Schoemaker (1993) dapat dikatakan tepat dan sesuai dengan perbedaan antara konsep sumber daya, kompetensi dan kemampuan. Mereka mendefinisikan sumber daya sebagai 'persediaan faktor-faktor yang ada yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan.' Informasi, sistem dan teknologi yang dimiliki atau tersedia bagi perusahaan merupakan kumpulan sumber daya yang semakin penting - sering disebut sebagai infrastruktur TI - namun di dalam Konteks manajemen IS, sumber daya kritis adalah pengetahuan dan keterampilan yang berada pada karyawan atau karyawan dari vendor pihak ketiga.

3.2 Kompetensi
Inti perspektif RBT adalah kenyataan bahwa sumber daya, seandainya, tidak menciptakan nilai (Bowman dan Ambrosini, 2000; Penrose, 1959; Porter, 1991); Nilai diciptakan oleh kemampuan anorganik (atau kompetensi) untuk memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya tersebut. Persyaratan seperti 'kompetensi khas' (Hitt dan Irlandia, 1985; Snow dan Hrebiniak, 1980), 'kompetensi inti' (Prahalad dan Hamel, 1990); 'Kompetensi spesifik perusahaan' (Pavit, 1991); Dan 'aset tak kasat mata' (Itami dan Roehl, 1987) digunakan untuk menyampaikan apa yang sering tampak serupa. Di sini, kompetensi mengacu pada "kapasitas perusahaan untuk menerapkan sumber daya, biasanya dalam kombinasi, menggunakan proses organisasi, untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan" (Amit andSchoemaker, 1993, hal 35) dan dengan demikian mewakili "... seikat keterampilan dan teknologi daripada Sebuah keterampilan, diskrit tunggal atau teknologi "(Hamel dan Prahalad, 1994, hal 202). Oleh karena itu kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk menggunakan kombinasi sumber daya spesifik perusahaan untuk menyelesaikan tugas tertentu (Teece et al., 1997; McGrath et al., 1995). Mereka mewakili pengetahuan kolektif perusahaan dalam memulai atau merespons perubahan "yang dibangun ke dalam proses, prosedur dan sistem organisasi, dan itu tertanam dalam mode perilaku, jaringan informal dan hubungan pribadi" (Collis, 1996, hal 149 -150).

3.3. Kemampuan
Menurut Kangas (1999) kemampuan organisasi mengacu pada aplikasi kompetensi strategis, yaitu penggunaan dan penempatan mereka untuk mencapai tujuan organisasi yang diberikan. Dalam konteks ini, mendefinisikan dan menciptakan kemampuan organisasi yang diinginkan akan ditentukan oleh tujuan masa depannya. Misalnya, kemampuan bank untuk menyediakan produk investasi fleksibel kepada Pelanggan dengan mudah karena kemampuan IS-nya, dimana infrastruktur TI yang dirancang dan diimplementasikan mendukung penyediaan dan servis produk tersebut.
Kemampuan adalah meta-level construct. Misalnya, organisasi yang bersaing dapat memiliki kemampuan manufaktur; Namun, kompetensi yang mendasari kemampuan ini kemungkinan mendapat sumber daya berbeda di berbagai organisasi dan sumber daya yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan cara yang berbeda, tergantung pada konteks masing-masing organisasi, termasuk sejarah, manusia, dan karakteristik strukturalnya. Memang, kemampuan itu sendiri mungkin tidak dikenali secara langsung oleh entitas eksternal

4.      Penerapan dari sumber daya – berbasis teori untuk IS management
            Organisasi memunyai struktur secara tradisional yang semua sumber dayanya dipertimbangkan penting untuk mengelola IS berada pada satu area organisasi-biasanya disebut fungsi IS. Hasil Outsourcing dalam banyak sumber daya  yang berada di luar fungsi IS, namun pengetahuan dan kemampuan juga harus dapat terintegrasi dan terkoordianasi dengan saham internal dari pengetahuan dan kemampuan.
Penelitian oleh Peppard et al. (2000) mengindikasi bahwa kompetensi perlu untuk keberhasilan dengan IS tidak terletak hanya dalam satu fungsi area – secara spesifik fungsi IS – dan faktanya mereka melampaui batasan-batasan fungsional dari sebuah organisasi. Pondasi kerangka kerja pada penelitian ini ditampilkan pada gambar 1. Menggunakan dari kerangka kerja , peneliti mengidentifikasi 6 domain dari kompetensi IS yang terdiri dari sejumlah kompetensi IS. Domainnya adalah : strategi, penjelasan kontribusi IS, penjelasan kemampuan IT, eksploitasi, memberikan solusi,  dan supply.

a.       Strategi : kemampuan mengidentifikasi dan mengevaluasi implikasi dari IT didasari dari kesempatan sebagai bagian integral dari formula strategi bisnis menjelaskan peran IS/IT dalam organisasi.
b.      Menjelaskan kontribusi IS : kemampuan untuk menterjemahkan ke dalam proses, informasi dan sistem investasi dan mengubah rencana yang sesuai dengan prioritas bisnis.
c.       Menjelaskan kemampuan IT : kemampuan untuk menterjemahkan ke dalam arsitektur informasi jangka panjang, infrastruktur teknologi, dan rencana sumber daya bisa diimplementasikan dari strategi.
d.      Eksploitasi : kemampuan untuk memaksimalkan manfaat yang disadari dari pengimplementasian IS/ investasi IT melalui penggunaan yang efektif dari informasi, aplikasi, dan layanan IT.
e.      Memberikan solusi : kemampuan menyebarkan sumber daya untuk berkembang, menimplementasi dan mengoperasikan IS/IT solusi bisnis yang memanfaatkan kemampuan teknologi.
f.        Supply : kemampuan menciptakan dan memelihara informasi yang tepat dan dapat beradptasi, teknologi dan aplikasi menyediakan kapasitas jaringan dan sumber daya.

5.      Sebuah model yang menghubungkan kemampuan IS dengan kompetensi dan sumber daya IS
Model ini memiliki tiga tingkat, yaitu: tingkat sumber daya, tingkat organisasi, dan tingkat perusahaan. Pada tingkat sumber daya menunjukkan komponen suber daya merupakan bahan kunci dari IS kompetensi. Dalam mengelola IS, sumber daya meliputi kemampuan, pengetahuan, dan atribut perilaku karyawan dan eksternal providers. Tingkat pengorganisasian berkaitan dengan bagaimana sumber daya tersebut di mobilisasi dan diarahkan dengan struktur, proses, dan peran untuk membuat kompetensi IS. Bagaimanapun juga, hanya pada tingkat perusahaan yang kemampuan sebenarnya memanifestasikan dirinya dan akhirnya diakui dalam kinerja organisasi.


  
5.1              Dari sumber daya ke kompentensi IS
Dalam konteks organisasi, kompetensi yang tertanam dalam proses organisasi (tangkai et al., 1992; Teece, 2000; dan 'bisnis rutinitas' (Marino, 1996) dan dibatasi oleh struktur organisasi (hibah, 1996a, b). Ekspresi kompetensi tertentu di organisasi tergantung pada orang-orang yang menerapkan pengetahuan mereka, mengintegrasikan pengetahuan mereka, berinteraksi dengan orang lain dan mengkoordinasikan tindakan mereka — ini mereka lakukan dengan melakukan peran dalam struktur organisasi dan proses. Individu dapat, tentu saja, berkontribusi terhadap sejumlah kompetensi IS. Kompetensi adalah sebuah properti yang muncul dari proses organisasi.
a.       Proses
Metodologi untuk desain sistem, pengembangan sistem dan manajemen proyek dan jasa manajemen, misalnya, mendefinisikan baik praktek untuk beberapa dari proses ini. Kurang baik didefinisikan proses yang memperoleh nilai dari investasi IS/IT dan aplikasi. Ini termasuk merumuskan strategi, proses pengambilan keputusan manajemen untuk investasi di IS / itu, mengelola organisasi dan bisnis perubahan yang diperlukan untuk memberikan nilai, dan tanggung jawab dan akuntabilitas untuk menyadari manfaat spesifik.
b.      Peran
Konsep peran dan peran teori berguna dalam memahami perilaku individu dalam kelompok dan organisasi. Teori manajemen sumber daya manusia menggambarkan berbagai atribut yang membedakan kemampuan individu untuk melakukan peran tertentu, yaitu:
·         Keterampilan. Tahu bagaimana pekerjaan itu, yang berarti kemampuan fisik untuk menghasilkan beberapa tindakan. Mungkin ini adalah kemampuan untuk program di Java atau menarik data flow diagram.
·         Pengetahuan. Tahu apa pekerjaan tersebut, kemampuan untuk memahami peran apa dari tuntutan orang-orang.
·         Kelakuan dan sikap. Atribut pribadi atau bakat yang membuat pengetahuan yang berguna dan memungkinkan kemampuan untuk dapat diperoleh di tempat pertama. Karakteristik pribadi penting dan memang mungkin sangat penting dalam peran berorientasi pelayanan.
c.       Struktur
Struktur secara tradisional dianggap sebagai yang bersangkutan dengan sistematik susunan dari orang, Departemen dan subsistem lain di organisasi. Struktur organisasi akhirnya dapat mempengaruhi kinerja proses, terutama mereka yang melintasi batas-batas Departemen atau fungsional.
5.2              Dari kompetensi IS ke kemampuan IS
Hal ini hanya pada tingkat keseluruhan perusahaan bahwa kemampuan IS benar-benar memanifestasikan dirinya. Sejauh untuk kontribusi kompetensi IS terhadap kemampuan IS bergantung pada dua aspek: keputusan organisasi strategi dan investasi. Keduanya menentukan apakah kemampuan IS merupakan sumber keunggulan kompetitif atau hanya suatu keharusan untuk paritas kompetitif, atau menyebabkan organisasi untuk berada di suatu kerugian kompetitif. Meskipun memiliki kemampuan IS bisnis penting hari ini, berbagai organisasi dapat memilih untuk sumber daya itu dengan cara yang berbeda, tapi hampir semua akan mengandalkan kombinasi dari sumber internal dan eksternal.
6. Era keempat yang muncul: kemampuan IS
Kemampuan IS dapat digambarkan memiliki tiga atribut yang saling terkait: gabungan pengetahuan bisnis dengan pengetahuan IS, platform TI yang fleksibel dan dapat digunakan kembali, dan proses penggunaan yang efektif. Menyatukan pengetahuan dan pengetahuan bisnis sangat penting untuk memastikan konsepsi strategi yang melibatkan inovasi teknologi, untuk membuat pilihan yang tepat dari peluang yang ada dan menerapkan strategi ini dengan cepat dan efektif, termasuk mengelola perubahan.
Infrastruktur TI yang fleksibel dan dapat digunakan kembali menyediakan platform teknis, layanan dan sumber khusus yang dibutuhkan untuk merespon dengan cepat perubahan bisnis yang diperlukan serta kemampuan untuk mengembangkan aplikasi IS yang inovatif yang mendukung rancangan proses atau inisiatif bisnis baru. Infrastruktur ini adalah komponen sisi penawaran dari kemampuan IS.
Proses penggunaan yang efektif untuk menghubungkan aset IS / IT dengan realisasi nilai, melalui penerapan teknologi serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengumpulkan, mengatur dan memelihara informasi, serta merangkul perilaku yang tepat untuk, bekerja dengan informasi. Proses penggunaan memiliki dua aspek: menggunakan teknologi dan bekerja dengan informasi.
7. Perspektif perubahan bisnis IS / IT dan keunggulan kompetitif
Kompetensi IS menentukan kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi dan memberikan perubahan yang terkait dengan IS / IT secara sukses, terkait dengan driver sisi permintaan bisnis yang menyebabkan perubahan yang harus dilakukan atau diinginkan oleh organisasi, dalam konteks pilihan sisi penawaran yang terus berubah.
Pengembangan dan / atau perolehan kompetensi IS ketika permintaan dan penawaran dapat berubah, pada saat bersamaan, jelas kompleks dan bagaimana sebuah organisasi menangani kompleksitas tersebut akan dipengaruhi oleh filosofi dasar yang diadopsinya dalam pengambilan keputusan strategis. Meskipun sifat pilihan strategis dan pengambilan keputusan bervariasi antar organisasi, ada beberapa kesamaan yang luas.
Dalam budaya bisnis 'Anglo-Amerika', perubahan strategis cenderung didorong oleh target. Model perubahan strategis 'Jepang' secara tradisional menjadi kebalikan dari versi 'Anglo-Amerika'. Alih-alih bekerja dari atas ke bawah dari rencana strategis atau visi, strategi didorong keluar dari bawah dengan mengidentifikasi peluang untuk memanfaatkan kompetensi dan sumber daya yang ada - sarana. Konsensus dicapai mengenai apa yang mungkin dari teknik pembuatan basis-basis-Jepang yang ada sekarang adalah contoh yang baik di sini. Model 'Eropa' berbeda lagi. Hal ini terutama didorong oleh fokus pada implementasi - cara - bukan tujuan atau sumber daya yang tersedia. Ini berarti menekankan, misalnya, bagaimana organisasi percaya bahwa hal itu dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan sebaik-baiknya, bagaimana hal itu memberi penghargaan kepada para pemangku kepentingan, karyawan dan mitra dagangnya, bagaimana ia mengatur sumber dayanya dan bagaimana hal tersebut membuat keputusan strategis.
8. Dari kemampuan IS untuk kinerja organisasi
Kekuatan atau kemampuan organisasi IS pada akhirnya hanya ditentukan dengan cara mempengaruhi kinerja bisnis.
9. Kesimpulan
Sistem informasi / teknologi informasi sekarang memainkan peran penting dalam organisasi. Sebelumnya, fokus ada pada pengembangan strategi SI, yang mengidentifikasi investasi teknologi informasi yang paling menguntungkan untuk mendukung tujuan bisnis dan memanfaatkan opsi teknologi informasi terbaru. Hal ini sendiri telah menjadi lebih menantang karena aplikasi menjadi lebih kompleks dan lebih strategis, menuntut pemikiran inovatif tentang penggunaan SI / TI dan kemampuan untuk meningkatkan tingkat perubahan bisnis untuk memberikan manfaat. Namun, ada anggapan bahwa setiap organisasi dapat meraih kesuksesan dengan keunggulan dalam mengembangkan keunggulan strategi-nya dalam arti penilaian yang cerdik terhadap dampak SI / TI dan penyelarasan investasi SI / TI yang akurat dengan strategi bisnis.
Mengambil keuntungan dari semua yang ditawarkan teknologi memerlukan kemampuan bertahan dalam sebuah organisasi untuk memahami bagaimana sistem dan penggunaan informasi dapat dan memperbaiki kinerjanya. Hal ini membutuhkan investasi berkelanjutan dalam mengembangkan kompetensi yang, sekali di tempat, memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan teknologi, sistem dan informasi yang dimilikinya dan, dengan pengetahuan yang diperoleh, melakukan investasi lebih lanjut yang masing-masing memberikan nilai eksplisit dan terukur melalui peningkatan kinerja organisasi yang terwujud. Manajemen strategis adalah tentang membuat pilihan berdasarkan informasi berdasarkan pada pemahaman tentang manfaat relatif dari pilihan yang berbeda dan kemampuan organisasi untuk memberikan manfaat tersebut.

The deference of fraud tree old and new

Fraud Tree AFCE menggambarkan skema atau diagram tentang jenis-jenis fraud dan/atau korupsi dengan nama Fraud Tree. Fraud Tree memberikan ...